
Aturan umum untuk membuat orang tertarik kepada kita (khususnya lawan jenis) adalah ekspresi ketertarikan kita. Semua orang merasa senang pada orang yang merasa tertarik kepadanya. Sayang sekali gengsi kita seringkalo menyembunyikan rasa ketertarikan kita tersebut.
Para perayu ulung justru merekayasa agar dirinya seolah-olah kelihatan sangat tertarik kepada 'mangsanya'. Semakin sang mangsa jaga gengsi akan semakin rentan ia tergoda oleh sang perayu!
Perbedaan pokok antara sorang perayu dan bukan adalah bahwa para perayu berani memulai kemudian mengontrolnya, sedang bukan perayu tidak berani memulai dan tahu-tahu sudah kena kontrol.
Menyatakan ketertarikan kita tidak perlu berisiko ditolak. Orang tidak akan menolak bila ada orang tertarik padanya. Ia baru mulai merasa tidak nyaman (dan menolak) jika 'diminta' (untuk mencintai, untuk menjadi teman dan sebagai dan sebagainya).
Banyak orang yang mengeluh kurang bisa bergaul, tidak punya teman dan jauh dari jodoh, sebenarnya hanya karena melakukan kesalahan 'sepele' ini: ia takut menyatakan ketertarikannya pada orang lain. Ia takut kalau menyatakan ketertarikan bisa berakibat ditolak. Hal ini akan berakibat hancurnya harga dirinya.
Sebenarnya, aktivitas mencintai-dicintai adalah dua aktivitas terpisah, dan tidak harus saling terkait secara otomatis. Mencintai adalah satu aktivitas dari diri kita kepada orang lain. Bentuk aktivitas ini adalah 'memberi' cinta. Oleh karena bentuknya aktivitas 'memberi', maka tidak tergantung pada si penerima. Yang salah adalah persepsi bahwa balasan yang harus diberikan adalah juga dalam bentuk mencintai!
Pada banyak orang 'yang kurang gaul', terjadi salah proses. Bila ada orang yang mencintai, ia bereaksi dengan ekspresi benci agar orang itu berhenti mencintainya. Sedangkan pada orang lain ia takut menyatakan ketertarikan, karena takut mencintai dan takut ditolak.
Mulailah dengan ketertarikan yang riil. Sasaran Anda tidak akan menolak susatu yang riil. Jika menolak sesuatu yang riil berarti ia justru membuat kesalahan, karena berarti dia mengingkari kenyataan. Misalnya..."Keren banget deh style rambutmu" atau "Model jaket mu matching banget dengan setelan mu hari ini". Perhatikan kata yang bergaris bawah. Orang tisak akan mengingkari kata-kata itu, karena kalau mengingkarinya ia akan mengingkari kenyataan. Hasil dari pernyataan-pernyataan tersebut sang sasaran mau tidak mau akan menerima ketertarikan Anda!!! (taken from: Dynamic Persuasion by Purnawan EA, Gramedia Pustaka Utama, 2002)

0 komentar:
Poskan Komentar